JAMBICYBER.ID, BARANG HARI - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Batang Hari melayangkan protes keras terhadap pihak berwenang terkait maraknya truk tronton angkutan batu bara yang kembali bebas melintasi jalan nasional di wilayah Kabupaten Batang Hari. Aktivitas armada berkapasitas besar ini dinilai legal secara sepihak dan merugikan hak-hak publik.
Ketua Umum HMI Cabang Batang Hari menegaskan bahwa kehadiran truk-truk over-kapasitas atau tronton tersebut di jalan umum mencerminkan lemahnya fungsi pengawasan dan penegakan hukum di lapangan. Ironisnya, pembiaran ini seolah dilegalkan oleh instansi yang memiliki otoritas.
"Kami melihat ada pembiaran yang kasat mata. Aturan yang dikeluarkan pemerintah daerah maupun pusat seolah menjadi 'macan kertas' saat berhadapan dengan kepentingan pengusaha tambang. Seakan-akan di biarkan saja oleh pihak yang berwenang terutama polres Batang Hari yang membiarkan tronton batu bara melewati jalan nasional," ujar ketua umum HMI Cabang Batang Hari
HMI Cabang Batang Hari menilai aktivitas tronton batu bara yang memanfaatkan jalan umum secara ilegal tersebut telah melakukan pelanggaran berlapis:
1. Melanggar Jenis Kendaraan: Menabrak Perda No. 13/2012 karena tronton bukan termasuk "kendaraan tertentu/2 sumbu" yang diberi kelonggaran sementara melintasi jalan umum.
2. Melanggar Tonase (ODOL): Tronton umumnya membawa muatan di atas 15 hingga 20 ton. Hal ini melanggar batas maksimal JBI jalan nasional Jambi yang membatasi total berat kendaraan beserta isinya di angka 12 Ton (Muatan bersih 8 ton). Perusahaan pemegang IUP tambang yang memuat barang melebihi kapasitas ini bisa dikenakan sanksi administratif hingga pencabutan izin.
Dampak dari pembiaran ini sangat nyata dirasakan masyarakat Batang Hari: infrastruktur jalan hancur, dan lain sebagainya yang merugikan masyarakat.
Menyikapi hal tersebut, HMI Cabang Batang Hari memberikan ultimatum tegas kepada Kapolres Batang Haridan pihak berwajib lainya, untuk segera mengambil tindakan konkret di lapangan dalam waktu 3x24 jam.
Jika tidak maka kami HMI Cabang Batang Hari akan meblokade dan turun ke jalan untuk melakukan aksi besar-besaran. (*)