JAMBICYBER.ID, KERINCI - Brosur digital itu menyebar masif sejak awal tahun, menawarkan mimpi-mimpi megah di kaki Gunung Kerinci. Satu unit mobil Grand Max gres, tiga unit sepeda motor Yamaha teranyar, hingga gepokan uang tunai bernilai ribuan dolar Amerika Serikat dipajang demi memikat para pembalap garuk tanah se-Asia.
Namun, ketika debu sirkuit Lahar Dingin di Desa Sungai Rumpun, Kecamatan Kayu Aro, mulai mereda pada Minggu, 31 Mei 2026, kemegahan ajang Asia MX Bupati Kerinci Cup 2026 itu menguap, berganti gelombang protes dan raut kecewa.
Realitas di lapangan bak disiram air es. Hadiah mobil dan motor yang diasumsikan sebagai unit baru dari dealer, ternyata berstatus kendaraan bekas. Tak hanya itu, hadiah uang tunai yang dijanjikan mencapai 3.000 dolar AS (setara Rp 49 juta dengan kurs saat ini), dalam realisasinya hanya dicairkan sekitar Rp 17 juta. Ironisnya, setelah menuai gelombang kritik di media sosial, promotor baru tergopoh-gopoh menambahkan pembayaran rupiah setara kurs 300 dolar AS.
"Kalau memang kendaraan bekas, tulis kendaraan bekas. Jangan menjual mimpi kepada peserta lalu menghadapkan mereka pada kenyataan yang berbeda saat acara selesai," ketus salah satu penonton dengan nada masygul.
Kontras antara tajuk Event Internasional dengan manajemen amatir kian telanjang jika melihat bagaimana penonton diperas di lapangan.
Alih-alih mendapatkan hiburan rakyat yang ramah kantong, kantong pengunjung justru dikuras melalui tarif di luar nalar. Mulai dari tarif parkir mobil dikenakan biaya mencekik antara Rp 40.000 hingga Rp 45.000, sementara sepeda motor dipatok Rp 20.000 hingga Rp 30.000, dan tarif fasilitas dasar (Toilet) setelah membayar tiket masuk dan parkir selangit, pengunjung masih harus merogoh kocek Rp 10.000 untuk dewasa dan Rp 5.000 untuk anak-anak hanya demi menggunakan toilet.
Fasilitas sanitasi yang merupakan kebutuhan dasar dalam sebuah event publik, justru dijadikan ladang komersialisasi yang dinilai tidak manusiawi.
Saat dikonfirmasi pada Senin, 1 Juni 2026, Promotor Acara yang juga anggota DPRD Kabupaten Kerinci dari Fraksi PDIP, Adi Poernomo, memilih irit bicara. Ia berdalih sengkarut hadiah ini hanya masalah miskalkulasi administratif.
"Ada salah paham perhitungan, sudah clear," ujar Adi.
Sayangnya, Adi enggan merespons pertanyaan krusial mengenai unit mobil dan motor bekas yang dijadikan hadiah utama, termasuk mengenai tarif toilet yang dikeluhkan warga.
Setali tiga uang, Bupati Kerinci Monadi yang namanya dicatut dalam tajuk utama turnamen ini, memilih bungkam saat dikonfirmasi jurnalis pada Selasa, 2 Juni 2026. Sikap diam sang kepala daerah kian menebalkan kesan bahwa ada yang tidak beres dalam tata kelola event tersebut.
Kritik tajam pun meluncur dari aktivis. Edward P, aktivis Kerinci, menyebut ajang Asia MX 2026 ini bukan mempromosikan pariwisata, melainkan menjatuhkan nama baik Kabupaten Kerinci ke titik nadir.
"Jauh dari ekspektasi, kami menganggap Promotor dan Bupati Kerinci telah mencoreng nama baik negeri ini," tegas Edward, Rabu (3/6/2026).
Edward menilai Bupati Monadi gagal total dalam mengelola prioritas daerah. Ketimbang sibuk memoles citra lewat event-event olahraga yang berakhir polemik, Bupati didesak untuk kembali fokus pada janji politiknya.
"Lebih baik fokus pada program visi-misi dengan slogan 'Pejuang Petani' yang sampai saat ini tak pernah terwujud. Seharusnya di sektor pertanian masyarakat Kerinci bisa sejahtera kalau visi-misi itu berjalan, eh malah kebalik," sindirnya.
Catatan merah ini rupanya bukan yang pertama. Edward membeberkan bahwa di bawah kepemimpinan saat ini, sejumlah event besar yang didanai atau didukung daerah kerap berakhir dengan kesan buruk. Mulai dari Turnamen Sepakbola Bupati Cup 2025, Event Lari Lintas Alam (Trail Run) Internasional Kerinci 100, hingga teranyar Asia MX 2026, semuanya dinilai gagal total mengangkat nama Kerinci di kancah nasional maupun internasional.
Alih-alih membawa berkah ekonomi bagi masyarakat berjuluk Sekepal Tanah Surga, deretan event ini justru menyisakan luka mendalam, menyisakan pertanyaan besar, untuk siapa sebenarnya pesta-pesta berbiaya tinggi ini digelar? (Feng)