JAMBICYBER.ID, MERANGIN – Pembangunan Taman Kota Bangko di eks lahan kantin PKK Kabupaten Merangin kini tengah menjadi buah bibir negatif di tengah masyarakat. Proyek yang menelan anggaran fantastis lebih dari Rp3 miliar tersebut kini kondisinya memprihatinkan dengan berbagai kerusakan yang muncul di sejumlah titik, meski baru saja dinyatakan rampung.
Kualitas pengerjaan yang diduga asal-asalan menjadi sorotan utama. Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah fasilitas taman tampak mulai "rontok". Salah satu yang paling mencolok adalah ornamen bola-bola beton yang seharusnya menjadi pemanis estetika taman, justru terlihat lepas dari dudukannya dan terguling ke tanah.
Kekecewaan warga tidak terbendung melihat aset daerah yang dibangun dengan uang rakyat tersebut rusak dalam waktu singkat. Salah seorang warga setempat menduga ada yang salah dengan spesifikasi teknis pengerjaan proyek tersebut.
"Susah mau bicara apa lagi. Lihat saja, bola-bolanya sepertinya tidak pakai tulang besi, jadi ya gampang lepas dan hancur. Konstruksi dudukannya sangat rapuh," cetus warga dengan nada sindiran tajam, Minggu (8/3/2026).
Kekhawatiran mengenai biaya pemeliharaan (maintenance) juga sudah diprediksi warga sejak awal. Menurut mereka, membangun jauh lebih mudah daripada merawat, apalagi jika kualitas dasarnya sudah bermasalah.
Publik tidak hanya menyalahkan pihak kontraktor, tetapi juga menuding lemahnya fungsi pengawasan dari instansi terkait. Konsultan pengawas dan DPRD Kabupaten Merangin pun ikut terseret dalam pusaran kritik pedas masyarakat.
Berikut adalah poin-poin krusial yang menjadi tuntutan publik,
1. Masyarakat mendesak agar pertanggungjawaban konsultan pengawas diperiksa. Bagaimana proyek bernilai miliaran bisa lolos verifikasi jika kualitas fisiknya mengecewakan?
2. Legislator di Merangin diminta tidak tutup mata. Warga menagih peran DPRD dalam mengawasi penggunaan anggaran agar tidak terjadi pemborosan pada proyek yang "asal jadi".
3. Muncul desakan agar pihak berwenang melakukan audit investigasi terhadap mutu beton dan kesesuaian spek pengerjaan.
Kondisi Taman Kota Bangko saat ini menjadi potret buram pembangunan infrastruktur di Kabupaten Merangin. Jika kerusakan ini dibiarkan tanpa perbaikan dan evaluasi total terhadap pihak pelaksana, masyarakat khawatir taman ini akan menjadi "monumen mubazir" dalam waktu dekat.
Masyarakat kini menunggu respons cepat dari Pemerintah Kabupaten Merangin untuk memanggil pihak rekanan dan melakukan perbaikan menyeluruh sebelum kerusakan merembet ke fasilitas lainnya. (Bar)