JAMBICYBER.ID, TANJAB TIMUR - Citra institusi kepolisian kembali diuji. Jagat maya Jambi mendadak gempar setelah sebuah skandal dugaan penggelapan mobil rental yang menyeret oknum anggota Polri mencuat ke permukaan. Tak butuh waktu lama, jajaran Polres Tanjung Jabung Timur (Tanjab Timur) langsung mengambil langkah cepat untuk membedah kasus ini.
Merespons kegaduhan di media sosial, Seksi Profesi dan Pengamanan (Si Propam) Polres Tanjab Timur resmi mengamankan seorang anggota berinisial Bripda M. Iqbal pada Rabu (1/4/2026). Oknum tersebut kini tengah menjalani pemeriksaan maraton di ruang Propam guna mempertanggungjawabkan tudingan miring yang dialamatkan kepadanya.
"Kami tidak akan berhenti sampai di sini. Proses penyelidikan akan dilakukan secara mendalam. Jika terbukti bersalah, yang bersangkutan akan diproses tegas sesuai hukum yang berlaku," tegas perwakilan Polres Tanjab Timur dalam pernyataan resminya.
Berdasarkan informasi yang beredar dikalangan masyarakat dan medsos bahwa, Bripda M Iqbal diduga kuat menjadi otak atau dalang di balik penggadaian dua unit kendaraan rental.
Modus operandi yang dijalankan terbilang rapi dengan pembagian peran yang spesifik,
1. Bripda M. Iqbal diduga sebagai pengatur skenario dan berkomunikasi langsung dengan pihak penadah.
2. Hendriyanto bertugas sebagai eksekutor penyewaan (perental) dengan menggunakan identitas KTP Jambi yang diduga telah dimanipulasi.
3. Tio berperan mencari target tempat rental hingga membawa unit kendaraan ke lokasi penggadaian di wilayah Bangko.
Adapun unit yang digelapkan diketahui berupa satu unit Daihatsu Xenia dan satu unit Suzuki Carry Pick Up.
Langkah preventif yang diambil Polres Tanjab Timur dengan langsung mengamankan terduga pelaku di Unit Paminal merupakan sinyal kuat bahwa institusi Polri tidak memberikan ruang bagi oknum yang mencederai integritas.
Kasus ini kini menjadi sorotan tajam netizen. Publik menaruh harapan besar pada transparansi proses hukum ini, mengingat keterlibatan aparat dalam tindak pidana seringkali menjadi ujian sensitif bagi kepercayaan masyarakat terhadap Polri.
Hingga berita ini diturunkan, Bripda M. Iqbal masih berstatus dalam pemeriksaan intensif. Polisi terus menggali bukti-bukti digital dan keterangan saksi untuk mengungkap sejauh mana jaringan ini beroperasi. (Din)