JAMBICYBER.ID, MUARO JAMBI - Kondisi memprihatinkan menimpa Nenek Ina, seorang janda tua di RT 07 Desa Sungai Bungur, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi. Di usia senjanya, ia harus berjuang sendirian menjadi tulang punggung keluarga demi menghidupi anaknya yang menyandang disabilitas. Ironisnya, mereka terpaksa bertahan di rumah yang nyaris roboh tanpa fasilitas sanitasi yang layak.
Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi rumah Nenek Ina sudah sangat tidak layak huni. Dinding papan rumahnya terlihat rapuh dan miring, menciptakan kecemasan nyata akan keselamatan penghuninya jika sewaktu-waktu bangunan tersebut ambruk. Ironisnya, potret kemiskinan ekstrem ini seolah luput dari radar perhatian pemerintah daerah setempat.
Salah seorang warga Kecamatan Kumpeh, Mustopa, mendesak Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi untuk segera turun tangan. Ia menilai, keluarga prasejahtera seperti Nenek Ina seharusnya menjadi prioritas utama intervensi bantuan sosial, terutama program bedah rumah.
"Kondisi rumah Nenek Ina sangat memprihatinkan. Beliau hidup bersama anaknya yang mengalami kekurangan fisik dan sampai hari ini belum mendapatkan perhatian serius," ujar Mustopa kepada wartawan, Jumat (15/5/2026).
Mustopa berharap instansi terkait tidak menutup mata dan segera menyalurkan bantuan nyata untuk meringankan beban Nenek Ina.
"Kami berharap pemerintah segera membantu, minimal program bedah rumah dan pembuatan fasilitas WC yang layak," tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada respons resmi dari pihak dinas sosial maupun pemerintah desa setempat terkait lambatnya penanganan bantuan untuk keluarga Nenek Ina. Warga berharap, jeritan hati janda tua ini segera mendapat respons cepat (quick response) dari pemangku kebijakan agar mereka bisa hidup di hunian yang aman dan manusiawi. (*)