HMI Badko Jambi: Kritik Pemerintah Tak Selalu Harus di Jalanan

Redaksi 28 April 2026 2 menit baca
Bagikan:
HMI Badko Jambi: Kritik Pemerintah Tak Selalu Harus di Jalanan

JAMBICYBER.ID, TANJAB BARAT - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Badan Koordinasi (Badko) Jambi menegaskan komitmennya untuk tetap menjadi mitra kritis pemerintah tanpa harus selalu mengandalkan aksi demonstrasi di jalanan. Pendekatan dialogis dan pengawalan substansi kebijakan dinilai lebih efektif dalam menjawab keresahan masyarakat saat ini.

Ketua Umum HMI Badko Jambi, Ozi Saifirman, menyatakan bahwa esensi dari gerakan mahasiswa adalah tersampaikannya aspirasi rakyat dan diterimanya saran konstruktif oleh pengambil kebijakan. Menurutnya, teriakan di jalanan bukanlah satu-satunya jalan keluar.

"HMI tetap mitra kritis bersama masyarakat, tetapi tidak semua hal harus turun ke jalan," ujar Ozi dalam keterangannya di Jambi, Selasa (28/4/2026).

Ozi menekankan bahwa setiap langkah yang diambil organisasi selalu didahului dengan proses intelektual yang matang. Ruang internal pengurus menjadi laboratorium untuk mengkaji setiap isu yang berkembang di tengah masyarakat, khususnya di wilayah Tanjung Jabung Barat.

Ia menepis anggapan bahwa HMI bersikap pasif terhadap dinamika sosial yang ada. Sebaliknya, ia menegaskan bahwa HMI terus bergerak di balik layar melalui jalur-jalur diplomasi dan penyampaian poin-poin substansial langsung kepada pemerintah.

"Jangan pernah mengkerdilkan HMI. Kami tidak diam; kami selalu bersama masyarakat Tanjung Jabung Barat dan konsisten menyampaikan keresahan yang terjadi kepada pemerintah," tegasnya.

Terkait arah kebijakan pemerintah Tanjung Jabung Barat, HMI Badko Jambi berkomitmen untuk melakukan pengawalan ketat secara objektif. Ozi mengajak seluruh kader dan elemen masyarakat untuk mendukung program pemerintah yang berdampak positif, namun tetap menyiapkan kritik tajam jika terjadi penyimpangan.

"Mari kita kawal setiap program pemerintahan. Ketika itu baik dilakukan, maka kita harus dukung. Namun, ketika mereka salah, maka HMI akan selalu berada di garda depan untuk memberikan kritikan," pungkas Ozi.

Sikap ini menandai pergeseran strategi gerakan mahasiswa yang kini lebih mengedepankan political pressure melalui data dan argumen, tanpa menanggalkan identitasnya sebagai penyambung lidah rakyat. (*) 

Post Views: 7958

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar