Aroma Miras di Botol Mineral Cafe Noka

Redaksi 25 Mei 2026 2 menit baca
Bagikan:
Aroma Miras di Botol Mineral Cafe Noka

JAMBICYBER.ID, SUNGAI PENUH - Di balik riuh musik dan kepulan asap rokok di Cafe Noka, tersimpan sebuah desas-desus yang kian menyengat, dugaan penjualan minuman keras (miras) ilegal. Praktik ini disinyalir dirancang dengan rapi, memanfaatkan ruang tersembunyi hingga kode pemesanan khusus demi mengelabui aparat dan masyarakat.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, pasokan miras di kafe tersebut diduga kuat bersumber dari sebuah gudang yang terletak tepat di sebelah pintu masuk area persimpangan kafe. Untuk menyamarkan aktivitas transaksinya dari publik, minuman beralkohol tersebut tidak disajikan dalam botol aslinya, melainkan dikemas ulang ke dalam botol plastik benas sejenis air mineral wadah Aqua.

Bukan sekadar miras biasa, jenis yang dijajakan diduga kuat merupakan Kawa-Kawa minuman yang tengah populer di kalangan pencinta malam teranyar. Sumber di lapangan membisikkan bahwa akses untuk mendapatkan "air kata-kata" ini tidak sembarangan. Pihak kafe diduga menerapkan sistem proteksi ketat: hanya pelanggan tertentu yang mengantongi kode pemesanan khusus yang bisa dilayani.

Kejelian taktik ini sempat terekam dalam sebuah pengamatan visual di lokasi. Seorang pria yang diduga kuat sebagai kru atau pekerja kafe mengenakan seragam khas kemeja hitam-putih tertangkap basah membawa botol mencurigakan. Dengan gerakan gesit, ia menyembunyikan botol kaca hijau berlabel putih yang identik dengan merek Kawa-Kawa di balik lapisan bajunya, sebelum kemudian dipindahkan ke area kafe.

Saat dikonfirmasi, pemilik Cafe Noka, Irvan Setiadi, membantah keras seluruh tudingan tersebut. Ia menegaskan bahwa bisnisnya bersih dari peredaran minuman beralkohol.

"Enggak ada kok. Kita tidak menjual sama sekali," kata Irvan singkat saat dihubungi.

Irvan bahkan melemparkan balik bola panas tersebut. Ia meminta agar pihak-pihak yang mengetahui adanya aktivitas penjualan miras di area kafe untuk segera melapor kepadanya.

"Dan kalau ada yang menjual di area Noka (bukan dari Noka), boleh diinfokan ke kami, ya. Biar kami laporin. Karena itu merusak citra Noka," tambahnya.

Ia juga mengingatkan agar informasi yang beredar di masyarakat tidak bergulir menjadi bola liar tanpa pembuktian yang sah. "Dan jika informasinya tidak valid, mungkin jangan sampai dari isu bisa merusak citra kita," ketus Irvan.

Meski manajemen membantah dengan narasi pencemaran nama baik, kesaksian dan bukti-bukti visual di lapangan menyajikan cerita yang kontras. Kini, bola panas berada di tangan aparat berwenang untuk menelisik lebih jauh: apakah Cafe Noka benar-benar steril, ataukah botol-botol air mineral di sana memang menyimpan cerita lain. (Feng) 

Post Views: 330

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar