Tamparan Badko HMI: Jambi Darurat Keadilan, Tersangka Sakti atau Hukum yang Mati?

Redaksi 10 April 2026 2 menit baca
Bagikan:
Tamparan Badko HMI: Jambi Darurat Keadilan, Tersangka Sakti atau Hukum yang Mati?

JAMBICYBER.ID, JAMBI – Penegakan hukum di Provinsi Jambi tengah berada di bawah titik nadir. Kepercayaan publik dihantam dua skandal besar secara bersamaan antara tersangka narkotika kelas kakap yang berhasil melarikan diri dari ruang pemeriksaan, serta lambatnya penahanan tersangka pengeroyokan kader HMI yang hingga kini masih menghirup udara bebas.

Ketua Umum Badan Koordinasi (Badko) HMI Jambi, Ozi Saifirman, melontarkan kritik pedas terhadap performa aparat penegak hukum (APH) di Jambi. Menurutnya, kegagalan menahan tersangka dan kaburnya tahanan merupakan potret nyata dari melemahnya nyali penegakan hukum.

Ozi menilai, rentetan peristiwa ini bukanlah sekadar kelalaian teknis, melainkan indikasi adanya degradasi sistem yang sistematis.

“Kami tidak berbicara dalam ruang kosong. Publik menyaksikan langsung bagaimana hukum berjalan tanpa ketegasan yang cukup. Ketika tersangka sudah ditetapkan namun tidak ditahan, sementara dalam kasus lain terjadi kelolosan yang fatal, maka wajar jika kepercayaan mulai terkikis,” ujar Ozi, Jumat (10/4). 

Ia menegaskan bahwa penegakan hukum tidak boleh hanya menjadi formalitas administratif di atas kertas. Hukum harus memiliki taring dan keberanian untuk memberikan kepastian bagi para pencari keadilan.

Sorotan tajam tertuju pada kaburnya tersangka kasus narkotika dengan barang bukti besar dari ruang pemeriksaan. Kejadian ini dianggap sebagai tamparan keras bagi kredibilitas kepolisian di Jambi. Ozi menyebut celah keamanan ini sebagai indikator adanya masalah serius di internal sistem.

Di sisi lain, Badko HMI juga mendesak kepastian hukum atas kasus pengeroyokan yang menimpa kader mereka. Meski identitas pelaku sudah terang benderang, langkah penahanan belum juga dilakukan.

“Jangankan mau menahan, yang sudah ditahan saja bisa kabur. Ini kombinasi yang berbahaya. Penundaan tindakan tegas dalam kasus pengeroyokan kader kami menimbulkan kesan bahwa hukum di Jambi bisa dinegosiasikan,” tegas Ozi.

Badko HMI Jambi menyatakan tidak akan tinggal diam dan akan terus melakukan pengawalan ketat terhadap dua isu krusial ini. Mereka menuntut tindakan nyata, bukan sekadar klarifikasi normatif yang berulang-ulang.

“Kepercayaan publik tidak hilang dalam satu peristiwa. Ia hilang karena pembiaran yang berulang. Dan ketika itu terjadi, maka yang dipertaruhkan bukan hanya satu kasus, tetapi wibawa hukum itu sendiri,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, publik masih menunggu langkah konkret dari pihak berwenang untuk menangkap kembali tersangka narkoba yang kabur dan segera menjebloskan pelaku pengeroyokan kader HMI ke jeruji besi demi mengembalikan marwah institusi hukum di Tanah Pilih Pesako Betuah. (*) 

Post Views: 418

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar