JAMBICYBER.ID, JAMBI – Media sosial tengah dihebohkan dengan rekaman video yang memperlihatkan tumpukan sekitar 1.000 dus minyak goreng subsidi merek Minyakita di kediaman pribadi Lurah Penyengat Rendah, Muhammad Haikal Fahlevi. Menanggapi spekulasi liar di masyarakat, Haikal akhirnya memberikan klarifikasi resmi pada Rabu (25/02/2026).
Haikal menegaskan bahwa keberadaan minyak goreng tersebut tidak ada kaitannya dengan jabatan publik yang ia emban. Ia menyatakan bahwa barang tersebut adalah murni milik sang istri yang bergerak di bidang usaha perdagangan.
Poin Penting Klarifikasi Lurah Haikal:
1. Bukan inventaris kelurahan, dan ia juga menjamin barang tersebut dibeli dengan dana pribadi, bukan untuk kepentingan dinas atau program pemerintah.
2. Mekanisme reward dari Bulog dengan kuota 1.000 dus Minyakita tersebut didapatkan sebagai "reward" atas pembelian minyak goreng premium (non-subsidi) sebanyak 20 ton dari Perum Bulog.
3. Kerja sama sejak 2021 dengan hubungan bisnis antara pihak keluarga lurah dan Bulog diklaim telah terjalin lama, serta memiliki rekam jejak yang jelas.
4. Legalitas terjamin persoalan seluruh transaksi didukung oleh bukti faktur pembelian resmi dari Bulog.
"Saya jelaskan bahwa barang tersebut milik istri saya, sehingga tidak ada sangkut pautnya dengan jabatan saya selaku lurah. Semua legal dan kami beli dengan uang pribadi," ujar Haikal saat dikonfirmasi.
Keberadaan minyak goreng subsidi dalam jumlah besar di rumah seorang pejabat publik seringkali memicu kekhawatiran masyarakat akan adanya praktik penimbunan. Namun, dengan adanya bukti faktur yang ditunjukkan, Haikal berharap masyarakat tidak lagi berspekulasi negatif.
Hingga saat ini, pihak terkait termasuk Bulog diharapkan dapat memberikan keterangan tambahan guna memperjelas regulasi mengenai pemberian kuota subsidi sebagai "reward" atas pembelian produk non-subsidi agar tidak menimbulkan kegaduhan serupa di masa mendatang. (Red/Fim)