Jambicyber - Berita Jambi Terbaru

Demo Nasabah Mandiri Muara Tabir: Menagih Janji yang Menguap

By Redaksi | 19 Juni 2026

JAMBICYBER.ID, TEBO - Kesabaran puluhan nasabah Bank Mandiri Kantor Cabang Pembantu (KCP) Muara Tabir akhirnya habis. Tergabung dalam Aliansi Nasabah Tabir Bersatu, mereka kembali turun ke jalan untuk menuntut pertanggungjawaban atas kerugian finansial yang tak kunjung diselesaikan oleh pihak bank.

Dalam aksi yang berlangsung pada Kamis (18/6/2026) tersebut, massa membentangkan spanduk raksasa bertuliskan “Bank Ini Ditutup Oleh Nasabah.” Aksi ini menjadi simbol puncak kekecewaan warga terhadap lambannya penanganan kasus yang telah berlarut-larut selama berbulan-bulan.

Koordinator aksi, Fauzan, menyatakan bahwa nasabah sudah muak dengan retorika dan alasan klasis manajemen bank yang terkesan mengulur waktu. Ia membeberkan bahwa dalam pertemuan resmi pada 8 Mei 2026—yang turut disaksikan oleh Camat dan Kapolsek Muara Tabir—pihak Bank Mandiri sebenarnya telah berkomitmen untuk melakukan investigasi.

"Pihak bank berjanji menyampaikan hasil investigasi pada minggu pertama Juni 2026. Faktanya, sampai hari ini nasabah belum mendapatkan penyelesaian yang jelas," ujar Fauzan di sela-sela aksi.

Fauzan menegaskan, ketidakpastian ini membuat para nasabah merasa menjadi korban untuk kedua kalinya. "Pertama karena kerugian materiil, kedua karena janji yang tidak ditepati. Uang nasabah harus dikembalikan. Jika janji dalam berita acara resmi saja tidak dihormati, lalu bagaimana nasabah bisa percaya terhadap komitmen bank?" cetusnya.

Senada dengan Fauzan, Koordinator Lapangan aksi, Julianto, mengkritik keras sikap KCP Bank Mandiri Muara Tabir yang dinilai tidak profesional dalam berkomunikasi dengan nasabah. Menurutnya, setiap kali nasabah meminta kejelasan, bank selalu berlindung di balik jawaban-jawaban normatif.

"Yang kami dengar hanya masih proses, masih menunggu, dan sedang ditindaklanjuti. Jawaban seperti itu sudah berulang kali kami terima. Yang dibutuhkan nasabah adalah kepastian waktu dan pengembalian kerugian, bukan kalimat normatif yang terus diulang," kata Julianto berang.

Julianto menilai manajemen lokal tidak serius dan gagal merealisasikan janji mediasi secara maksimal. Ia mendesak agar manajemen Bank Mandiri di tingkat wilayah maupun pusat segera turun tangan langsung dan mengambil alih persoalan ini agar tidak semakin berlarut-larut.

Aliansi Nasabah Tabir Bersatu menegaskan tidak akan mundur selangkah pun. Mereka berjanji akan terus mengawal kasus ini dan melancarkan aksi gelombang berikutnya jika manajemen bank tetap bergeming. Bagi mereka, hak nasabah adalah kewajiban mutlak yang harus dipenuhi, bukan komoditas untuk diumbar sebagai janji manis.

Meski situasi sempat memanas akibat kekecewaan massa, aksi unjuk rasa tersebut berjalan dengan aman dan damai di bawah pengawalan ketat aparat keamanan setempat. Hingga berita ini diturunkan, pihak Bank Mandiri belum memberikan pernyataan resmi terkait langkah konkret yang akan diambil untuk menyelesaikan tuntutan ganti rugi para nasabah tersebut. (Wal)