Viral Video Napi Nyabu di Sel, Kalapas Jambi Buka Suara: Kami Usut Tuntas!
JAMBICYBER.ID, JAMBI – Publik dihebohkan dengan beredarnya potongan video di media sosial yang memperlihatkan seorang pria, diduga narapidana, tengah asyik mengonsumsi narkotika jenis sabu di dalam kamar hunian penjara. Menanggapi kegaduhan tersebut, pihak Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Jambi langsung bergerak melakukan investigasi mendalam.
Kepala Lapas Kelas IIA Jambi, Syahroni Ali, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengantongi informasi terkait video viral tersebut. Saat ini, tim internal tengah dikerahkan untuk melakukan kroscek lapangan guna memastikan validitas rekaman yang mencoreng citra institusi pemasyarakatan itu.
“Kami sedang melakukan penelusuran dan pemeriksaan secara menyeluruh untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar, sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban di dalam lapas,” ujar Syahroni, Jumat (27/3/2026).
Skandal ini juga memicu reaksi cepat dari Kantor Wilayah (Kanwil) Ditjenpas Jambi. Kakanwil Ditjenpas Jambi, Irwan Rahmat Gumilar, dikabarkan telah menginstruksikan tim khusus untuk menyisir kebenaran lokasi dan identitas pria dalam video tersebut.
Syahroni menegaskan bahwa pihaknya tidak akan main-main jika hasil pemeriksaan membuktikan adanya keterlibatan warga binaan maupun kelalaian petugas.
“Apabila nantinya terbukti ada pelanggaran, tentu akan diberikan sanksi tegas sesuai aturan yang berlaku,” ucapnya.
Dalam video yang viral di berbagai platform media sosial, terlihat seorang pria duduk di dalam ruangan yang menyerupai kamar hunian lapas. Pria tersebut tampak memegang alat hisap (bong) sambil melakukan panggilan video (video call).
Momen yang paling memicu kemarahan netizen adalah saat asap putih terlihat mengepul dari alat tersebut, memperkuat dugaan adanya aktivitas penyalahgunaan narkotika di balik jeruji besi. Selain persoalan narkoba, video ini juga memicu pertanyaan besar terkait bebasnya penggunaan alat komunikasi (ponsel) di dalam sel.
Hingga berita ini diturunkan, Lapas Kelas IIA Jambi masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap sejumlah saksi dan melakukan penggeledahan di blok-blok hunian untuk mencari barang bukti tambahan. (Fim)