Jambicyber - Berita Jambi Terbaru

Tantang Nyali Kapolda Jambi: Sengkarut Solar Subsidi dan Kilau Emas Ilegal di Kerinci

By Redaksi | 22 Mei 2026

JAMBICYBER.ID, SUNGAI PENUH - Janji manis Presiden Prabowo Subianto untuk menyikat habis oknum aparat penegak hukum (APH) yang menjadi beking praktik ilegal kini sedang diuji di ujung barat Provinsi Jambi. Di wilayah hukum Kerinci dan Kota Sungai Penuh, sebuah dugaan skandal sistemik yang melibatkan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, penambangan emas tanpa izin (PETI), dan hilir mudik pencucian uang hasil kejahatan lingkungan, kini mencuat ke permukaan.

Ironisnya, alih-alih diusut tuntas, respons otoritas kepolisian setempat dinilai tebang pilih dan cenderung menutup mata pada persoalan mendasar.

Sengkarut ini bermula dari jeritan masyarakat di seantero Kerinci dan Sungai Penuh yang kesulitan mendapatkan solar bersubsidi di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Pasokan bahan bakar rakyat miskin tersebut diduga kuat telah bocor, diselewengkan dalam skala besar ke lokasi-lokasi tambang PETI dengan harga yang melonjak fantastis per galonnya.

Tidak hanya berhenti di sana, dari informasi di yang didapatkan, mengendus adanya aliran emas hasil tambang ilegal dari salah satu daerah di Provinsi Jambi yang ditampung oleh salah satu toko emas terkemuka di Kota Sungai Penuh. Informasi yang dihimpun dari sumber tepercaya (Mr. Z) bahkan menyebutkan bahwa emas yang diperjualbelikan di toko tersebut diduga memiliki tingkat kemurnian yang rendah, serta sebuah indikasi kuat bahwa komoditas tersebut merupakan emas mentah hasil tambang ilegal (PETI) yang langsung dilebur tanpa sertifikasi resmi.

Ketika dikonfirmasi mengenai dugaan kejahatan berlapis ini, Kapolres Kerinci AKBP Ramadhanil, S.H., S.I.K., M.H., memberikan jawaban yang dinilai publik sangat normatif dan parsial.

"Terimakasih infonya. Nanti saya perintahkan jajaran untuk tingkatkan lagi patroli ke SPBU-SPBU. Dan koordinasi ke pihak SPBU terkait stok BBM di Kerinci," ungkap Ramadhanil pada Kamis malam, (21/5/2025).

Namun, sang Kapolres memilih bungkam seribu bahasa dan sama sekali tidak merespons pertanyaan krusial terkait jaringan penampungan emas ilegal di wilayah hukumnya.

"Kapolres Kerinci hanya menjawab terkait persoalan BBM Solar Subsidi saja. Yang lainnya seperti persoalan ada dugaan aliran emas ilegal ke salah satu toko di Sungai Penuh malah tak ditanggapi," ujar Edward. 

Sikap selektif Kapolres Kerinci ini memicu kritik tajam dari para aktivis. Edward P, aktivis Kerinci - Sungai Penuh, menilai ada hal yang sengaja tak dijamah oleh aparat. Bungkamnya otoritas kepolisian memperkuat dugaan liar yang berkembang di tengah masyarakat, bahwa bisnis haram solar subsidi dan penampungan emas ilegal ini diduga kuat mendapat proteksi atau dibekingi oleh oknum aparat penegak hukum (APH).

"Kami meminta Kapolda Jambi untuk turun langsung ke Kerinci dan Sungai Penuh menuntaskan persoalan dugaan adanya penampungan emas ilegal dan solar subsidi yang mengalir ke tambang," tegas Edward saat diwawancarai, Jumat, (22/5/2026).

Kritik dan tuntutan ini, menurut Edward, memiliki dasar hukum dan legitimasi politik yang sangat kuat, terutama setelah Presiden Prabowo Subianto secara terbuka menabuh genderang perang melawan oknum aparat nakal.

Skandal di Kerinci ini bergulir tepat dua hari setelah Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato politik yang menghentak dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-19 di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu, 20 Mei 2026. Dalam agenda yang sejatinya membahas Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027 tersebut, Prabowo secara spontan menyentil keterlibatan oknum berseragam "hijau" (TNI) dan "cokelat" (Polri) dalam lingkaran hitam korupsi dan bisnis ilegal.

Prabowo bahkan secara tegas meminta rakyat untuk bergerak aktif memantau perilaku aparat menggunakan teknologi di tangan mereka.

"Rakyat kita sudah punya gadget semua. Kalau ada kelakuan aparat yang enggak beres, saya minta rakyat video, langsung video. Jangan kau melawan, jangan dilawan, video saja, lapor langsung ke saya," ujar Presiden Prabowo dengan nada bicara blak-blakan yang menjadi ciri khasnya. Sebagai senior di lingkungan militer, Presiden menegaskan tidak akan ragu menindak tegas oknum yang mengkhianati institusi dan rakyat.

Kini, bola panas berada di tangan Kapolda Jambi. Publik menunggu, apakah maklumat tegas dari Istana Negara akan dieksekusi dengan tindakan nyata di lapangan, atau justru menguap begitu saja di balik tembok-tembok Polres Kerinci yang enggan menyentuh para mafia emas dan solar pelindung tambang ilegal. (Tim)