Niat Gizi, Berujung Keji: Telur Busuk di Piring Siswa Tanjab Barat
JAMBICYBER.ID, TANJAB BARAT - Niat mulia di balik program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan untuk mendukung nutrisi pelajar selama bulan Ramadan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat) justru berujung polemik. Alih-alih mendapatkan asupan bergizi, sejumlah siswa di SMA Negeri 1 Tanjab Barat dilaporkan menerima paket makanan yang diduga tidak layak konsumsi.
Temuan ini terungkap setelah salah seorang orang tua siswa menemukan komponen makanan yang memprihatinkan dalam paket yang diterima anaknya.
Kualitas bahan pangan yang didistribusikan menjadi sorotan utama. Orang tua siswa, yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keamanan, membeberkan bahwa telur asin yang menjadi lauk utama mengeluarkan aroma menyengat yang mengindikasikan kondisi busuk.
Tak hanya itu, produk roti yang disertakan dalam paket tersebut diketahui hanya menyisakan waktu satu hari sebelum menyentuh tanggal kedaluwarsa (expiry date).
"Kok menu makanan MBG seperti ini? Telur busuk dan bau menyengat, rotinya juga sudah mendekati tanggal kedaluwarsa. Jika tadi tidak dicek dahulu sebelum dimakan, bisa saja terjadi hal yang tidak diinginkan pada anak kami," ungkapnya dengan nada kecewa kepada media.
Insiden ini memicu gelombang kekhawatiran di kalangan wali murid. Mereka mempertanyakan kredibilitas pengawasan kualitas (quality control) dalam rantai distribusi program MBG. Di tengah kondisi fisik siswa yang tengah menjalankan ibadah puasa, asupan yang higienis menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar.
Terdapat tiga poin krusial yang kini mendesak untuk dievaluasi,
1. Untuk proses pengadaan, bagaimana standar pemilihan vendor dan bahan baku dilakukan?
2. Manajemen penyimpanan apakah suhu dan durasi penyimpanan bahan protein (seperti telur) sudah sesuai prosedur?
3. Distribusi, mengapa produk yang hampir kedaluwarsa masih lolos untuk dibagikan ke sekolah?
Masyarakat dan orang tua siswa kini menuntut transparansi dari pihak penyelenggara program. Mereka berharap pemerintah daerah maupun instansi terkait segera melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh lini produksi—mulai dari dapur penyedia hingga sampai ke tangan siswa.
Jika tidak segera dibenahi, dikhawatirkan tujuan luhur program MBG untuk menciptakan generasi emas justru terhambat oleh kelalaian teknis yang berisiko membahayakan kesehatan para pelajar.