Jambicyber - Berita Jambi Terbaru

Misteri Setoran Minuman Kaleng di PAUD Sungai Penuh Terbongkar, Ternyata untuk Ini!

By Redaksi | 13 Maret 2026

JAMBICYBER.ID, SUNGAI PENUH - Kabid PAUD Dinas Pendidikan Kota Sungai Penuh, Mira, akhirnya angkat bicara terkait isu hangat yang menyebut adanya dugaan kuat dalam mewajibkan penyerahan dua dus minuman kaleng sebagai syarat pencairan dana Biaya Operasional Penyelenggaraan (BOP).

Dalam pertemuan klarifikasi yang digelar pada Jumat (13/03/2026), terungkap fakta baru yang meluruskan polemik tersebut. Mira menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak mengetahui adanya pengumpulan minuman kaleng tersebut hingga berita ini mencuat ke publik.

Berdasarkan hasil pertemuan di kantor Dinas Pendidikan Sungai Penuh yang dihadiri oleh Ketua K3S TK berserta jajarannya dan Kepala TK ABA, terungkap bahwa pengumpulan minuman tersebut merupakan murni inisiatif para kepala sekolah. 

Di sisi lain, pengumpulan tersebut tujuannya bukan sebagai "upeti" pencairan anggaran BOP, melainkan bentuk apresiasi atau kejutan bagi staf di bidang PAUD, khususnya para tenaga PPPK Paruh Waktu dan atau honorer yang masih ada.

"Kami sengaja tidak memberi tahu Kabid PAUD. Seluruh Kepala TK PAUD sepakat ingin memberikan kejutan kepada Bidang PAUD sebelum libur lebaran, terutama bagi rekan-rekan yang masih P3K PKWT dan honorer di sana," ujar Kepala TK ABA saat memberikan penjelasan di hadapan Kabid PAUD.

Mira menegaskan bahwa pengumpulan minuman tersebut sama sekali tidak memiliki kaitan struktural dengan proses rekomendasi maupun pencairan dana BOP. Ia menjamin bahwa secara kedinasan, tidak pernah ada instruksi untuk meminta imbalan dalam bentuk apa pun.

"Jujur, kami baru tahu setelah ada beritanya. Belum ada satu orang pun yang memberitahu saya sebelumnya, baik dari staf maupun kepala sekolah," ungkap Mira dengan tegas.

Ia juga mempersilakan pihak wartawan dan media yang memiliki informasi atau data mengenai penyalahgunaan wewenang terkait dana BOP untuk menanyakan langsung kepada oknum yang terlibat.

"Jika ada permasalahan dengan dana BOP, silakan tanyakan langsung siapa yang memberikan perintah. Saya pribadi tidak pernah memberikan instruksi apa pun terkait persoalan tersebut," tutupnya. (Feng/Ep)