Jambicyber - Berita Jambi Terbaru

Miris! Warung Kecil Nyaris Bangkrut Gara-Gara Utang Kopi & Rokok Oknum DPRD Muaro Jambi

By Redaksi | 20 Maret 2026

JAMBICYBER.ID, MUARO JAMBI – Bak pepatah Gajah di pelupuk mata tak tampak, semut di seberang lautan tampak, nasib pilu kini menimpa Saifullah, seorang pemilik warung kelontong di Muaro Jambi. Di balik megahnya gedung wakil rakyat, terselip cerita pahit tentang utang konsumsi yang tak kunjung dilunasi oleh Sekretariat DPRD (Sekwan) Muaro Jambi, Sabtu (20/3/2026). 

Tak tanggung-tanggung, sisa utang sebesar Rp60 juta kini menggantung tanpa kejelasan, membuat modal usaha Saifullah ludes dan stok barangnya merosot drastis hingga 50 persen.

Ironi ini bermula sejak Mei 2025. Dana sebesar Rp115 juta dihabiskan untuk kebutuhan 'remeh-temeh' rapat para pejabat, mulai dari rokok, kopi, gula, hingga tisu. Namun, hingga Maret 2026, sisa kewajiban tersebut seolah dianggap angin lalu.

Meskipun sempat dicicil Rp50 juta pada Desember 2025, sisanya justru menjadi bola panas yang saling dilempar antar-pejabat.

"Awalnya saya tidak enak, karena mereka langganan tetap. Tapi sekarang malah saya yang pusing. Modal habis, stok barang turun drastis," keluh Saifullah. 

Alasan klasik pun muncul, dengan kalimat pergantian kepengurusan. Saifullah mengaku kesulitan menagih karena banyak pejabat dan staf yang sudah berganti posisi. Para pemangku kebijakan saat ini terkesan enggan bertanggung jawab atas warisan utang dari periode sebelumnya.

Kondisi ini menciptakan kontras yang tajam. Di satu sisi pejabat menikmati fasilitas konsumsi lengkap saat membahas kebijakan daerah, dan di sisi lain rakyat kecil yang menyokong fasilitas tersebut harus megap-megap mempertahankan napas usahanya.

Bagi seorang pemilik warung kelontong, uang Rp60 juta bukanlah angka kecil. Itu adalah perputaran modal yang menentukan apakah dapur mereka tetap mengepul atau tidak. Sikap abai dari pihak Sekwan ini dinilai mencoreng citra lembaga legislatif yang seharusnya menjadi pelindung ekonomi kerakyatan, bukan malah menjadi beban.

Publik kini menanti keberanian dan itikad baik dari Sekwan DPRD Muaro Jambi. Apakah mereka akan terus bersembunyi di balik alasan birokrasi, atau segera melunasi hak rakyat yang telah mereka nikmati dalam bentuk kopi dan rokok di ruang rapat? (Ero)