Bulog Jamin Stok Beras-Minyakita di Kerinci-Sungai Penuh Aman, Ini Rinciannya
JAMBICYBER.ID, SUNGAI PENUH - Perum Bulog Kantor Cabang (KC) Sungai Penuh memastikan bahwa distribusi komoditas pangan, khususnya Minyakita dan beras di wilayah Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, berjalan sesuai koridor aturan. Langkah ini diambil guna menjaga stabilitas pasokan dan harga di tingkat konsumen.
Kepala Perum Bulog KC Sungai Penuh, Afrinaldi Sinaga, mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini mengacu pada kebijakan alokasi distribusi wajib dari pemerintah kepada BUMN Pangan (Perum Bulog dan ID Food) sebesar 35% untuk pemenuhan Domestic Market Obligation (DMO).
"Untuk stok minyak, takarannya harus sesuai dengan DMO dan hal ini memang dinamis atau tidak menentu. Saat ini kita sudah memiliki lebih dari 40 mitra yang tercatat aktif," ujar Naldi saat dikonfirmasi, Senin (25/5/2026).
Naldi menegaskan, mekanisme pendistribusian pasokan ke seluruh jaringan kemitraan dilakukan secara proporsional demi asas keadilan pasar.
"Pendistribusian semuanya merata. Sistemnya, anggaplah dari 1 ton yang tersedia, itu dibagi rata secara adil ke seluruh mitra yang ada," jelasnya.
Guna mencegah adanya spekulasi harga di lapangan, Bulog KC Sungai Penuh memperketat ruang pengawasan. Seluruh mitra diwajibkan menyalurkan Minyak kita sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
"Kami tetap mengawasi secara ketat. Mitra wajib menjual dengan harga HET Rp 15.700 per liter sesuai ketetapan," tegas Naldi.
Tak hanya soal harga, Bulog juga melarang keras adanya praktik pelimpahan stok antar-pedagang atau distribusi ilegal keluar dari jaringan resmi.
"Mitra Bulog tidak boleh memperjualbelikan (stoknya) ke tempat lain. Minyakita tersebut harus dijual langsung di gerai mitra milik sendiri yang telah terdaftar dan mengikuti aturan main yang berlaku," tambahnya.
Hingga saat ini, Naldi mengeklaim belum menemukan adanya kebocoran distribusi atau pihak luar non-mitra yang mencoba mengambil pasokan secara sepihak. Namun, jika ditemukan pelanggaran, pihaknya tidak segan untuk berkoordinasi dengan aparat penegak hukum.
"Untuk sementara belum ada yang mengambil tanpa status kemitraan resmi. Jika ada, kami akan langsung menyampaikannya dan berkoordinasi dengan Satgas Pangan," katanya.
Mengingat pentingnya menjaga fokus serta optimalisasi jaringan yang ada, Bulog KC Sungai Penuh memutuskan untuk mengunci kuota kemitraan untuk sementara waktu.
"Penyetopan mitra kerjasama tidak bersifat tetap tapi fleksibel mengingat pemerataan lokasi. Kalau untuk penambahan mitra bisa kita fokuskan nanti dan ditambahkan di area dekat pasar tradisional, serta lokasi yang belum terjangkau dengan melengkapi dokumen persyaratan yang dibutuhkan," tutur Naldi.
Meski kemitraan baru ditutup, pemenuhan kebutuhan masyarakat di luar pasar reguler tetap diakomodasi melalui pasar murah atau bazar. Mekanisme ini dijalankan lewat kolaborasi dengan pemerintah daerah setempat.
"Untuk sementara, Bulog bekerja sama dengan dinas terkait dengan mekanisme penyuratan resmi untuk pengadaan agenda bazar," ungkapnya.
Di sisi lain, saat disinggung mengenai produk kemasan Minyak kkita yang diproduksi secara langsung mandiri oleh Bulog pusat, Naldi mengaku masih menunggu regulasi lanjutan. "Terkait Minyak kkita produksi langsung komersial Bulog, sejauh ini belum ada instruksi resmi dari Bulog Pusat."
Selain komoditas minyak goreng, Naldi Pinca juga membeberkan kondisi ketahanan pangan sektor beras. Ia memastikan bahwa cadangan beras untuk wilayah Kerinci dan Sungai Penuh dalam kondisi yang aman dan mencukupi.
"Kurang lebih ada 500 ton untuk stok beras yang tersedia di gudang saat ini," urainya.
Bulog akan terus memantau pergerakan fluktuasi harga dan ketersediaan barang di pasar-pasar tradisional (SP2KP) guna menentukan langkah intervensi ke depan.
"Kalau adapun penambahan stok ke depannya, tentu akan kita lihat dan sesuaikan lagi dengan kondisi riil di daerah dan kebutuhan pasar," pungkas Naldi. (Feng)