Anggap Enteng DPR, Jadestone Energy Disemprot Cek Endra: Tak Ada Direksi, Tak Ada Keputusan!
JAMBICYBER.ID, JAMBI - Kunjungan kerja spesifik Komisi Anggota DPR-RI di Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), Jambi, pada Kamis (30/4/2026), diwarnai ketegangan. Anggota DPR-RI dari Fraksi Partai Golkar, Cek Endra, melayangkan kritik tajam terhadap manajemen Jadestone Energy yang dinilai tidak menunjukkan iktikad baik dalam menghormati forum resmi kenegaraan.
Kemarahan Cek Endra dipicu oleh ketidakhadiran jajaran direksi perusahaan dalam rapat yang digelar di Kantor Bupati Tanjabbar tersebut. Pihak Jadestone Energy terpantau hanya mengutus staf perwakilan yang tidak memiliki kewenangan dalam pengambilan keputusan strategis.
Cek Endra menegaskan bahwa agenda kunjungan ini membawa mandat penting untuk membahas persoalan strategis yang menyangkut hajat hidup masyarakat lokal. Kehadiran staf yang hanya berfungsi sebagai "pendengar" dianggap sebagai penghambat penyelesaian masalah secara konkret.
"Ini forum resmi DPR-RI, bukan pertemuan biasa. Masalah yang dibahas serius, menyangkut kepentingan masyarakat. Kalau hanya mengirim staf perwakilan, ini namanya tidak menghargai," ujar Cek.
Ia menambahkan, kehadiran pengambil kebijakan (decision maker) dari pihak korporasi merupakan prasyarat mutlak agar setiap poin kesepakatan dapat langsung dieksekusi tanpa terganjal birokrasi internal perusahaan yang berlarut-larut.
"Kalau yang hadir tidak bisa mengambil keputusan, untuk apa kita rapat panjang? Seharusnya direksi yang hadir agar ada tindak lanjut nyata bagi daerah," tegasnya.
Dalam sela-sela rapat, Cek Endra bahkan menyatakan secara lugas bahwa jika sejak awal dirinya mengetahui pihak perusahaan tidak mengutus otoritas tertinggi, ia tidak segan untuk meminta perwakilan tersebut meninggalkan ruangan.
Insiden ini menjadi sinyal keras bagi perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Jambi untuk tidak meremehkan koordinasi antarlembaga. Kurangnya komitmen komunikasi ini dikhawatirkan dapat memperlebar kesenjangan antara kepentingan investasi korporasi dan kesejahteraan masyarakat di daerah operasional.
Rapat koordinasi ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, di antaranya Ivan Wirata (Wakil Ketua I DPRD Provinsi Jambi), Katamso (Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat), dan Syafei (Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas).
Hingga berita ini diturunkan, pihak Jadestone Energy belum memberikan keterangan resmi terkait alasan ketidakhadiran jajaran direksi dalam pertemuan tersebut. Ketegangan ini menjadi catatan penting dalam evaluasi pengawasan sektor energi dan sumber daya mineral di Provinsi Jambi. (*)